Apa Itu Plamir Kayu, Ini Jenis dan Cara Pakainya

  • 24 Pebruari 2026 - 07:22:57

 

Kayu yang sejak awal sudah halus dan rata akan mempermudah proses finishing. Namun, bagaimana jika permukaannya justru kasar, berpori besar, atau bahkan berlubang? Untuk masalah ini maka perlu menggunakan plamir kayu.

Sebagian jenis kayu memiliki ukuran pori yang lebar dan lebih banyak dibanding jenis kayu lainnya. Selain membuat tekstur terasa kasar, pori-pori ini juga menyerap bahan finishing secara berlebihan.

Akibatnya, pemakaian bahan lebih boros dan biaya produksi membengkak.

Belum lagi jika terdapat mata kayu atau serat yang patah akibat proses pemotongan. Bagian-bagian seperti ini perlu dirapikan terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap pengecatan.

Mengenal Plamir Kayu



Plamir atau yang sering disebut dempul adalah bahan berbentuk pasta yang digunakan untuk menutup celah, pori, dan lubang kecil pada permukaan kayu.

Ketika rongga-rongga halus pada kayu diisi dengan plamir, permukaannya akan terasa lebih padat dan tampak rata. Pori yang sebelumnya terbuka menjadi tertutup, sehingga bidang kayu terlihat rapi.

Penutupan pori ini juga membantu menahan getah agar tidak merembes ke permukaan. Saat proses pewarnaan dilakukan, warna pun dapat menyebar merata karena tidak terserap terlalu dalam pada bagian tertentu.

Selain itu, penggunaan bahan finishing berikutnya juga menjadi lebih hemat karena kayu tidak lagi menyerap berlebihan.

Jenis Plamir Kayu



Secara umum, plamir kayu dibedakan berdasarkan kebutuhan finishing dan bahan penyusunnya.

1. Berdasarkan Kebutuhan Finishing



Wood filler untuk finishing natural

Jenis ini biasanya digunakan ketika serat kayu tetap ingin ditampilkan. Fungsinya mengisi pori tanpa menutup karakter alami kayu. Setelah diaplikasikan, permukaan terasa lebih rata, tetapi pola serat masih terlihat jelas saat diberi warna transparan atau stain.

Wood putty untuk warna solid

Berbeda dengan wood filler, wood putty adalah plamir berwarna putih dan lebih sering dipakai pada finishing warna solid seperti duco.

Bahan ini cenderung menutup permukaan lebih rapat karena tujuan utamanya bukan menampilkan serat, melainkan menciptakan bidang yang benar-benar rata sebelum dicat penuh.

2. Berdasarkan Kandungan Bahan



Dari sisi komposisi, plamir kayu umumnya terbagi menjadi dua.

Solvent based

Jenis ini menggunakan pelarut kimia tertentu agar mudah diaplikasikan dan cepat kering. Beberapa produk finishing berbasis resin seperti epoksi, nitroselulosa, atau silikon termasuk dalam kelompok ini.

Namun penggunaan pelarut seperti xylene atau toluene dapat melepaskan senyawa yang berdampak pada kualitas udara dan kesehatan sehingga penggunaannya sebaiknya dihindari.

Water based

Plamir berbasis air tidak berbau menyengat dan tidak melepas senyawa volatil berbahaya.

Jenis plamir ini semakin banyak digunakan karena dianggap lebih aman bagi pekerja dan lingkungan. Selain itu, ketersediaannya juga semakin mudah dengan harga yang cukup bersaing.

Dalam memilih jenis plamir kayu, aspek kegunaan dan keamanan sebaiknya sama-sama dipertimbangkan. Bahan yang baik bukan hanya yang mampu meratakan permukaan, tetapi juga tidak membahayakan pekerja maupun lingkungan sekitarnya.

Cara Pakai Plamir Kayu



Untuk plamir kayu jenis wood putty water based, cara pakainya cukup mudah. Siapkan bahan secukupnya, lalu tambahkan sedikit air hingga teksturnya lebih lentur dan mudah diratakan.

Selanjutnya aplikasikan dengan kapi ke bidang kayu yang ingin diratakan. Tunggu sampai plamir mengering kemudian amplas hingga permukaan menjadi halus dan rata.
cara-pakai-plamir-kayu

Plamir Kayu Putih untuk Finishing Warna Solid



Bioduco wood putty merupakan plamir kayu untuk kebutuhan finishing warna solid. Produk ini membantu menutup pori dan merapikan permukaan sebelum pengecatan dilakukan.

Karena berjenis water based, penggunaannya lebih nyaman dan tidak menyengat. Selain itu, plamir ini mudah diamplas dan waktu keringnya cepat.

Untuk pemesanan, silakan klik banner yang tersedia di bawah ini.

Chat via WhatsApp